Dewan Direksi

Laporan Direksi

Laporan Tahunan 2025
Disampaikan oleh Kuntjara Direktur Utama
Kami memimpin langkah Perseroan dengan fokus pada penguatan kualitas kinerja dan disiplin operasional, bukan sekadar volume. Strategi efisiensi dan adaptasi portofolio produk memastikan kami tetap unggul dan menjadi pemenang di tengah dinamika industri konstruksi.
Daftar Isi 12 bagian
  1. 01 TINJAUAN MAKROEKONOMI 2025
  2. 02 TINJAUAN INDUSTRI KONSTRUKSI 2025
  3. 03 ANALISIS KINERJA 2025
  4. 04 STRATEGI DAN KEBIJAKAN STRATEGIS
  5. 05 Peranan Direksi dalam Perumusan Strategi dan Kebijakan Strategis
  6. 06 Proses yang Dilakukan Direksi untuk Memastikan Implementasi Strategi
  7. 07 Perbandingan Antara Hasil yang Dicapai dengan yang Ditargetkan
  8. 08 Kendala yang Dihadapi dan Penyelesaiannya
  9. 09 GAMBARAN TENTANG PROSPEK USAHA
  10. 10 PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
  11. 11 PERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DIREKSI DAN ALASAN PERUBAHANNYA
  12. 12 APRESIASI DAN PENUTUP

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Atas rasa syukur dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk menyampaikan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 kepada para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Perseroan dalam memperkuat kualitas bisnis melalui konsolidasi kinerja, penguatan disiplin operasional, serta peneguhan arah transformasi jangka panjang yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin menuntut kehati-hatian, Perseroan memfokuskan langkah strategis pada peningkatan kualitas pendapatan, pengelolaan aset dan piutang yang lebih efektif, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk membangun fondasi pertumbuhan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan, bukan semata mengejar ekspansi jangka pendek.

Tahun 2025 menjadi fase konsolidasi kualitas bisnis, ketika pasar konstruksi semakin selektif dan ketahanan keuangan ditentukan oleh disiplin eksekusi, bukan sekadar penambahan kontrak. Direksi mengarahkan fokus pada kualitas pendapatan, kepastian pembayaran, dan percepatan konversi pekerjaan menjadi kas melalui disiplin administrasi proyek, penguatan pengendalian piutang, serta selektivitas proyek berbasis risiko. Arah ini menempatkan tata kelola dan manajemen risiko sebagai mekanisme kerja harian untuk menjaga likuiditas, memperbaiki kualitas backlog, dan menyiapkan ruang pertumbuhan yang lebih sehat pada 2026.

Kami menyadari bahwa pencapaian Perseroan sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dewan Komisaris, manajemen, karyawan, mitra usaha, serta dukungan berkelanjutan dari para pemegang saham. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan Perseroan di tengah perubahan lingkungan usaha.

TINJAUAN MAKROEKONOMI 2025

Tahun 2025 menandai fase penyesuaian perekonomian global di tengah fragmentasi perdagangan, ketidakpastian kebijakan, dan risiko geopolitik yang tetap tinggi. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,2% pada 2025, melambat dari 3,3% pada tahun sebelumnya, sehingga tekanan terhadap arus perdagangan dan keputusan investasi masih berlanjut.

Perekonomian Indonesia mempertahankan ketahanan dengan pertumbuhan 5,11% (c-to-c) pada 2025 menurut Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha Jasa Lainnya (9,93%) dan pertumbuhan komponen Ekspor Barang dan Jasa (7,03%), sehingga aktivitas ekonomi tetap bergerak pada lintasan ekspansif. Stabilitas harga tetap terjaga karena BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 2,92% (y-on-y) dan 2,92% (y-to-d), dengan inflasi inti 2,38% (y-on-y).

Kinerja eksternal tetap solid karena BPS mencatat nilai ekspor Januari–Desember 2025 sebesar US$282,91 miliar dan impor sebesar US$241,86 miliar. Pemerintah juga melaporkan kurs Rupiah 2025 pada level 16.475 (ytd) dan 16.782 (eop) per 31 Desember 2025, sehingga volatilitas nilai tukar tetap perlu dikelola melalui disiplin lindung nilai dan pengendalian biaya.

Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan BI-Rate menjadi 4,75% pada September 2025 dan mempertahankannya pada Desember 2025 untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan. Pemerintah menjaga ruang fiskal karena realisasi sementara defisit APBN 2025 tercatat 2,92% PDB, sehingga belanja prioritas dan infrastruktur tetap dapat didorong secara terukur.

TINJAUAN INDUSTRI KONSTRUKSI 2025

Industri konstruksi nasional tetap memegang peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan kualitas layanan publik. Aktivitas pembangunan berjalan dengan dinamika yang lebih selektif, sehingga keberhasilan pelaku usaha tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan proyek, tetapi terutama oleh disiplin eksekusi, pengendalian biaya, serta ketahanan arus kas.

Pemerintah tetap menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas belanja, dengan realisasi pembangunan infrastruktur hingga 30 September 2025 mencapai Rp170,1 triliun atau 42,3% dari pagu Rp402,4 triliun. Di tingkat pelaksana, Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan pagu anggaran 2025 sebesar Rp116,23 triliun dan realisasi keuangan mencapai 95,23% dari pagu DIPA efektif, disertai capaian fisik 95,17%.

Dari sisi pembiayaan, penurunan BI-Rate hingga 4,75% pada September 2025 membuka ruang perbaikan biaya dana, meskipun transmisi ke sektor konstruksi tetap dipengaruhi kualitas portofolio proyek dan kepastian pembayaran. Dari sisi biaya, IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi pada Desember 2025 meningkat 2,06% (yoy). Secara keseluruhan, tahun 2025 menegaskan pentingnya penguatan tata kelola proyek, produktivitas, dan manajemen risiko untuk menjaga kinerja dan daya saing industri.

ANALISIS KINERJA 2025

Sepanjang 2025, WIKA Beton mendorong perbaikan kinerja melalui dua tugas utama: penjualan yang ‘bankable’ dan disiplin eksekusi operasional. Dalam presentasi Komisaris Utama yang merekap 2025, manajemen menekankan pergeseran fokus dari sekadar mengejar volume penjualan menuju penjualan yang menghasilkan kas, dengan pengendalian piutang, optimalisasi aset, serta standardisasi proses kerja lintas fungsi sebagai prioritas eksekusi.

Pada akhir tahun 2025, Perseroan menghadapi tekanan kinerja yang tercermin dari penurunan pendapatan dan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,59 triliun dan laba bersih sebesar Rp4,12 miliar, menurun dari Rp4,90 triliun dan Rp64,20 miliar pada 2024. Meskipun profitabilitas tertekan, Perseroan tetap menjaga struktur keuangan dengan mencatat aset sebesar Rp6,29 triliun, liabilitas Rp2,60 triliun, ekuitas Rp3,69 triliun, serta kontrak baru sebesar Rp4,01 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Perseroan masih memiliki dasar keuangan dan prospek pekerjaan yang mendukung kesinambungan usaha.

Stabilnya porsi infrastruktur yang didukung kontribusi swasta mengindikasikan strategi pipeline yang lebih selektif: Perseroan memburu proyek bernilai besar dengan kelancaran pembayaran, sembari memperluas basis pelanggan untuk menekan risiko konsentrasi permintaan.

Perseroan menegaskan fokus 2025 pada optimalisasi utilisasi pabrik dan efisiensi proses produksi tanpa menambah kapasitas, dengan total kapasitas terpasang 10.924.705 ton per tahun (precast 4.782.500 ton; ready mix 6.142.205 ton). Pada 27 Agustus 2025, Perseroan meluncurkan W-HOME sebagai inovasi hunian pracetak yang memperluas spektrum solusi berbasis beton. RUPSLB 26 Juni 2025 menyetujui penambahan bidang usaha instalasi listrik (KBLI 43211) sebagai langkah diversifikasi portofolio usaha. Di penghujung 2025, fasilitas Pelabuhan WIKA Beton juga mulai difungsikan sebagai pelabuhan kontingensi sejak 20 Desember 2025 untuk mendukung kelancaran mobilitas dan logistik saat lonjakan Nataru.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN STRATEGIS

Strategi Perseroan sepanjang tahun 2025 diposisikan sebagai fase konsolidasi kualitas bisnis dan fondasi transformasi jangka panjang. Direksi menetapkan bahwa keberlanjutan kepemimpinan WIKA Beton di industri beton pracetak tidak lagi ditentukan oleh ekspansi kapasitas semata, melainkan oleh kekuatan eksekusi bisnis, kualitas pendapatan, dan ketahanan operasional. Oleh karena itu, strategi Perseroan diarahkan untuk memperkuat disiplin operasional, meningkatkan utilisasi aset yang telah ada, serta memastikan setiap aktivitas bisnis memiliki kontribusi langsung terhadap kesehatan keuangan dan keberlanjutan usaha.

Fokus utama strategi 2025 adalah penguatan eksekusi bisnis untuk mempertahankan posisi pasar. Perseroan menempatkan pengelolaan utilisasi pabrik, efisiensi operasi melalui konsep minimum operation, serta penataan organisasi sebagai kebijakan inti. Penyesuaian struktur kerja dan portofolio produk dilakukan agar Perseroan tetap adaptif terhadap kebutuhan proyek yang semakin beragam, sekaligus mampu menjaga daya saing di tengah tekanan pasar konstruksi yang fluktuatif. Dengan pendekatan ini, Perseroan menegaskan bahwa stabilitas kinerja operasional menjadi prasyarat utama sebelum melangkah pada agenda ekspansi yang lebih luas.

Strategi Perseroan juga diarahkan pada penguatan kualitas pendapatan. Seleksi proyek dilakukan secara lebih disiplin dengan mempertimbangkan kelayakan finansial, kepastian pembayaran, dan kontribusi terhadap arus kas. Pendekatan ini merupakan bentuk pergeseran kebijakan dari orientasi volume penjualan menuju kualitas transaksi bisnis. Dengan demikian, kontrak yang diperoleh tidak hanya memperbesar nilai penjualan, tetapi juga memperbaiki struktur kas dan menurunkan risiko piutang bermasalah.

Dalam aspek portofolio usaha, strategi 2025 menekankan diversifikasi produk dan layanan bernilai tambah. Pengembangan produk seperti W-HOME serta perluasan bidang usaha melalui penambahan kegiatan instalasi listrik merupakan bagian dari kebijakan untuk memperluas spektrum solusi yang ditawarkan Perseroan. Diversifikasi ini dimaksudkan agar Perseroan tidak semata bergantung pada proyek infrastruktur konvensional, tetapi juga mampu menangkap peluang pada sektor perumahan, jasa konstruksi terintegrasi, dan solusi bangunan berbasis teknologi beton.

Keberlanjutan dan ESG diposisikan sebagai elemen strategis yang terintegrasi dalam pengambilan keputusan bisnis. ESG tidak diperlakukan sebagai kewajiban pelaporan semata, melainkan sebagai instrumen untuk mengarahkan investasi, inovasi produk, dan manajemen risiko. Dalam konteks lingkungan, strategi Perseroan mencakup percepatan dekarbonisasi berbasis material dan energi melalui peningkatan substitusi material ramah lingkungan, penguatan penggunaan energi terbarukan termasuk opsi skema ESCO, serta eksplorasi alternatif energi masa depan. Di sisi operasional, pengelolaan air dan limbah, termasuk pemanfaatan ulang air hujan dan air proses, menjadi bagian dari mitigasi risiko iklim yang berdampak langsung pada keberlangsungan produksi.

Untuk mendukung implementasi ESG yang lebih terukur, Perseroan mengarahkan penguatan sistem pelaporan dan infrastruktur digital. Roadmap keberlanjutan disiapkan secara lebih terstruktur dengan target tahunan, indikator capaian, serta mekanisme pemantauan berbasis dashboard. Roadmap teknologi informasi diposisikan sebagai enabler utama dalam penyediaan data yang andal, terintegrasi, dan dapat diaudit, sehingga kualitas pelaporan dan pengambilan keputusan manajerial semakin meningkat.

Arah strategis 2025 diringkas dalam tiga pilar:

  1. Cash generation melalui penyelesaian pekerjaan dan pengendalian piutang;

  2. Operational excellence melalui efisiensi proses, digitalisasi, dan produktivitas sumber daya;

  3. Portfolio diversification dengan pengembangan produk dan perluasan segmen swasta.

Ketiga pilar ini menjadi jembatan antara hasil pada tahun sebelumnya yang sudah pulih dan fondasi menuju pertumbuhan yang lebih sehat di 2026.

Strategi 2025 diarahkan untuk memenangkan pasar secara selektif dengan mengutamakan kualitas transaksi, kepastian pembayaran, dan kecepatan eksekusi layanan end-to-end. Fokus pemasaran tidak diposisikan sebagai promosi, melainkan sebagai penguatan pipeline berbasis data, penajaman segmentasi pelanggan, serta penguatan proposisi nilai melalui layanan terintegrasi dari perencanaan hingga pemenuhan. Pendekatan ini memperkuat kredibilitas di pasar karena penawaran didukung bukti kinerja, standarisasi layanan, dan transparansi proses.

Untuk memperbaiki konversi pendapatan menjadi kas, pemasaran dikaitkan langsung dengan disiplin pemenuhan dokumen proyek, percepatan penyelesaian BAST (Berita Acara Serah Terima), dan penguatan manajemen piutang sebagai satu rangkaian proses komersial. Di saat yang sama, komunikasi merek diarahkan pada pembuktian (bukan janji), dengan konsistensi pesan lintas kanal, penguatan tata kelola merek, serta konten kepakaran yang menonjolkan inovasi beton ramah lingkungan dan praktik manufaktur yang semakin hijau melalui program publikasi tematik dan kolaborasi riset.

Secara keseluruhan, strategi dan kebijakan strategis WIKA Beton pada 2025 mencerminkan transisi menuju perusahaan yang menekankan kualitas eksekusi, ketahanan finansial, serta integrasi keberlanjutan dalam inti bisnis. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk membangun pertumbuhan yang lebih sehat, terukur, dan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia solusi beton yang adaptif terhadap tuntutan industri konstruksi modern.

Peranan Direksi dalam Perumusan Strategi dan Kebijakan Strategis

Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) berperan aktif dalam merumuskan strategi dan kebijakan strategis Perseroan sepanjang tahun 2025 dengan menempatkan penguatan kualitas bisnis sebagai prioritas utama. Direksi secara berkala mengevaluasi kinerja keuangan, kualitas pendapatan, pengelolaan piutang, utilisasi aset, serta efektivitas operasional untuk memastikan bahwa strategi yang disusun selaras dengan kondisi riil Perseroan dan dinamika pasar.

Dalam proses perumusan strategi, Direksi bekerja secara kolaboratif dengan Dewan Komisaris, manajemen puncak, serta kepala unit kerja untuk menghimpun masukan lintas fungsi, termasuk aspek komersial, operasional, keuangan, teknologi informasi, dan keberlanjutan. Setiap usulan dianalisis berdasarkan kelayakan bisnis, implikasi risiko, dan kontribusinya terhadap ketahanan jangka panjang Perseroan.

Setelah dirumuskan, strategi dan kebijakan strategis tersebut disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk memperoleh persetujuan, kemudian dikomunikasikan kepada seluruh jajaran manajemen dan pemegang saham sebagai pedoman pelaksanaan operasional Perseroan.

Proses yang Dilakukan Direksi untuk Memastikan Implementasi Strategi

Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) memastikan implementasi strategi tahun 2025 berjalan efektif melalui proses pengendalian yang terstruktur, terukur, dan berkesinambungan. Direksi menempatkan pelaksanaan strategi sebagai bagian dari siklus manajemen kinerja yang tidak terpisah dari aktivitas operasional sehari-hari. Setiap kebijakan strategis diterjemahkan ke dalam target kerja, indikator kinerja, serta rencana tindak lanjut yang menjadi acuan bagi seluruh unit kerja.

Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan, Direksi menerapkan pendekatan pengendalian berbasis siklus Plan, Do, Check, dan Action (PDCA). Pada tahap perencanaan, strategi yang telah disetujui dijabarkan ke dalam program kerja, anggaran, serta target operasional yang jelas. Tahap pelaksanaan difokuskan pada eksekusi proyek, pengelolaan operasi, serta implementasi kebijakan efisiensi, optimalisasi aset, dan penguatan kualitas pendapatan. Tahap evaluasi dilakukan secara berkala melalui pemantauan capaian kinerja keuangan, operasional, serta indikator strategis lainnya. Selanjutnya, Direksi menetapkan langkah korektif dan penyesuaian strategi apabila ditemukan deviasi dari rencana yang telah ditetapkan.

Proses pengawasan implementasi strategi juga dilakukan melalui mekanisme rapat manajemen yang berjenjang dan terstruktur. Rapat Direksi Khusus, Rapat Direksi Terbatas, serta Rapat Direksi dengan Manajer Divisi menjadi forum utama untuk mengevaluasi progres program kerja, membahas hambatan operasional, serta menyepakati langkah perbaikan yang diperlukan. Setiap keputusan dan komitmen hasil rapat didokumentasikan secara sistematis sebagai dasar pengendalian dan tindak lanjut.

Melalui proses ini, Direksi memastikan bahwa strategi tidak berhenti pada tahap perumusan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara disiplin, adaptif, dan selaras dengan tujuan penguatan kualitas bisnis serta keberlanjutan Perseroan.

Perbandingan Antara Hasil yang Dicapai dengan yang Ditargetkan

Perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan merupakan bagian penting dalam evaluasi kinerja Perseroan. Direksi secara konsisten membandingkan realisasi kinerja sepanjang tahun buku 2025 dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) yang telah ditetapkan di awal tahun sebagai dasar penilaian efektivitas strategi dan kualitas eksekusi.

Sepanjang 2025, dinamika pasar dan pengetatan kualitas bisnis menyebabkan beberapa indikator kinerja tidak semata diukur dari pencapaian volume, melainkan dari kualitas pendapatan, ketahanan arus kas, serta efisiensi operasional. Oleh karena itu, evaluasi tidak hanya difokuskan pada selisih angka target dan realisasi, tetapi juga pada kesesuaian arah kinerja dengan strategi konsolidasi kualitas bisnis yang telah ditetapkan Direksi.

Perbandingan detail antara target dan realisasi tahun 2025 disajikan pada bagian berikut sebagai dasar penilaian kinerja Perseroan.

UraianTarget/Proyeksi 2025Realisasi 2025Pencapaian (%)
Pendapatan/Penjualan5.305.0003.585.86267,59
Laba (Rugi)85.2114.1224,84
Liabilitas4.449.3223.507.92278,84
Ekuitas3.746.3043.686.01298,39
Dividen20%10,18%50,91

Kendala yang Dihadapi dan Penyelesaiannya

Sepanjang tahun 2025, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menghadapi tantangan yang mencerminkan perubahan karakter pasar konstruksi dari fase ekspansi menuju fase konsolidasi dan pengetatan kualitas bisnis. Salah satu kendala utama adalah tekanan terhadap pendapatan akibat melemahnya permintaan proyek pada beberapa segmen serta meningkatnya selektivitas pasar. Perseroan tidak lagi berhadapan dengan tantangan memperoleh kontrak semata, melainkan harus memastikan bahwa setiap kontrak yang diperoleh memiliki kualitas finansial yang memadai, terutama dari sisi kepastian pembayaran dan kontribusi terhadap arus kas. Kondisi ini menuntut perubahan pendekatan dari orientasi volume menuju orientasi kualitas transaksi bisnis.

Kendala berikutnya berkaitan dengan pengelolaan piutang dan konversi pendapatan menjadi kas. Karakter industri konstruksi yang memiliki siklus penagihan panjang tetap menjadi tantangan struktural. Pada 2025, isu ini menjadi semakin krusial karena tekanan pendapatan membuat setiap keterlambatan pembayaran berdampak langsung pada likuiditas dan fleksibilitas keuangan Perseroan. Kualitas kinerja tidak lagi cukup diukur dari pencapaian penjualan, tetapi dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan menagih hasil pekerjaan secara efektif.

Di sisi operasional, Perseroan juga menghadapi tantangan dalam menjaga utilisasi aset dan kapasitas produksi agar tetap optimal. Dengan kapasitas terpasang yang besar, rendahnya utilisasi akan langsung menurunkan efisiensi biaya dan meningkatkan beban tetap per unit produksi. Oleh karena itu, kendala utama bukan terletak pada keterbatasan kapasitas, melainkan pada kemampuan mengelola volume produksi secara adaptif terhadap fluktuasi permintaan pasar. Tekanan biaya energi, bahan baku, dan logistik turut memperkuat urgensi untuk menjalankan operasi yang semakin efisien.

Tantangan lainnya muncul dari meningkatnya kompleksitas penerapan ESG. Pada 2025, ESG tidak lagi ditempatkan semata sebagai kewajiban pelaporan, tetapi telah masuk ke dalam ranah pengambilan keputusan bisnis, investasi, dan manajemen risiko. Perubahan ini membawa konsekuensi berupa kebutuhan data yang lebih akurat, sistem pelaporan yang lebih matang, serta kemampuan mengelola keseimbangan antara transparansi publik dan perlindungan informasi strategis perusahaan. Tanpa kesiapan sistem yang memadai, implementasi ESG berpotensi menjadi beban administratif, bukan alat penguat daya saing.

Untuk merespons kendala tersebut, Perseroan menerapkan serangkaian langkah penyelesaian yang terintegrasi. Dalam aspek komersial, Direksi memperketat seleksi proyek dengan mempertimbangkan kelayakan finansial, kepastian pembayaran, serta kontribusi terhadap kualitas arus kas. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa pertumbuhan kontrak baru tidak mengorbankan stabilitas likuiditas. Secara paralel, Perseroan memperkuat disiplin penyelesaian pekerjaan dan percepatan penagihan sebagai bagian dari penguatan kualitas pendapatan.

Dalam konteks konstruksi, percepatan Berita Acara Serah Terima (BAST), dokumen formal serah terima yang menjadi prasyarat penagihan, menjadi tuas utama untuk memperpendek jeda dari penyelesaian pekerjaan menuju pencairan kas.

Dalam aspek operasional, Perseroan mengimplementasikan kebijakan minimum operation dan optimalisasi utilisasi pabrik. Fokus diarahkan pada efisiensi biaya, pengendalian konsumsi energi, serta peningkatan produktivitas per unit kapasitas. Optimalisasi aset eksisting, termasuk fasilitas logistik dan pelabuhan, juga dijadikan bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan menekan biaya distribusi.

Pada aspek keberlanjutan, Perseroan mengintegrasikan ESG ke dalam kebijakan bisnis melalui percepatan dekarbonisasi berbasis material dan energi, penguatan pengelolaan air dan limbah, serta eksplorasi penggunaan energi terbarukan. Untuk mendukung hal tersebut, Perseroan mulai menyiapkan roadmap keberlanjutan yang lebih terstruktur, termasuk kebutuhan akan sistem pelaporan, dashboard pemantauan, dan penguatan infrastruktur teknologi informasi sebagai enabler pengambilan keputusan berbasis data.

Secara keseluruhan, kendala yang dihadapi WIKA Beton pada 2025 bukan semata bersifat teknis atau operasional, melainkan mencerminkan proses pendewasaan model bisnis. Melalui penguatan disiplin eksekusi, peningkatan kualitas pendapatan, optimalisasi aset, serta integrasi ESG ke dalam inti pengelolaan perusahaan, Perseroan membangun fondasi yang lebih kokoh untuk memastikan ketahanan usaha dan keberlanjutan kinerja pada periode mendatang.

GAMBARAN TENTANG PROSPEK USAHA

Prospek usaha WIKA Beton pada 2025–2026 ditentukan oleh dua penggerak utama, yaitu arah permintaan konstruksi domestik dan disiplin eksekusi proyek yang mengonversi backlog menjadi arus kas. Dari sisi makro, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 meningkat pada kisaran 4,9%–5,7%, yang didorong kenaikan permintaan domestik dan penguatan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan. Selaras dengan itu, KSSK juga menyampaikan prakiraan pertumbuhan 2026 yang meningkat, yang mengindikasikan ruang pemulihan aktivitas sektor riil tetap terbuka selama stabilitas sistem keuangan terjaga.

Pada level industri, kesinambungan belanja infrastruktur pemerintah tetap menjadi jangkar permintaan, meskipun prioritas dan ritme pelaksanaan dapat berfluktuasi mengikuti penajaman program pemerintahan. Dalam konteks 2026, indikator yang paling operasional untuk dibaca adalah pagu anggaran Kementerian PU 2026 sebesar Rp118,5 triliun, termasuk alokasi besar pada bina marga dan sumber daya air, yang merefleksikan keberlanjutan kebutuhan proyek jalan, konektivitas, dan ketahanan air/pangan. Di sisi fiskal, dokumen resmi RAPBN/Nota Keuangan 2026 menjadi rujukan primer untuk menarasikan arah belanja negara dan prioritas pembangunan yang mempengaruhi pipeline proyek.

Dengan latar tersebut, peluang WIKA Beton ditopang komposisi permintaan yang masih kuat pada sektor berbasis proyek besar. Data kontrak sepanjang tahun 2025 menunjukkan nilai Rp4,0 triliun, dengan eksposur utama pada infrastruktur dan kontribusi sektor lain seperti industri serta kelistrikan, sehingga basis permintaan tidak bertumpu pada satu kelas proyek saja. Portofolio pelanggan juga menunjukkan sebaran pada BUMN/utilitas dan pelaku industri, yang dapat menjadi sumber repeat order ketika eksekusi proyek berjalan konsisten.

Namun, Perusahaan tetap menegaskan ‘mesin eksekusi’-nya. RKAP menekankan bahwa konversi backlog dan eksekusi termin menjadi kunci kesinambungan pertumbuhan menuju 2026, terutama karena karakter realisasi yang dapat bersifat back-loaded. Karena itu, percepatan BAST (Berita Acara Serah Terima) menjadi langkah kritikal, sebab BAST (Berita Acara Serah Terima) adalah dasar pengakuan penjualan sekaligus lampiran penting pada dokumen penagihan. Penguatan cash collection ini sejalan dengan proyeksi perbaikan penerimaan kas pelanggan pada 2026 serta strategi efektivitas proyek untuk mengangkat kualitas arus kas operasi.

Memasuki tahun 2026, Perusahaan telah menetapkan sejumlah target yang dituangkan dalam RKAP 2026, antara lain:

UraianProyeksi 2026
Pendapatan/Penjualan3.957.015
Laba (Rugi)20.296
Liabilitas2.905.929
Ekuitas3.700.825
Kebijakan Dividen20,00%

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Sepanjang tahun 2025, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin kompleks. Direksi memastikan bahwa prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan kewajaran tidak hanya dipenuhi sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasional Perseroan. Tata kelola diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menjaga kualitas bisnis, mengendalikan risiko, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan.

Pada 2025, Direksi semakin menekankan bahwa integritas merupakan elemen inti dalam strategi bisnis. Integritas tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, melainkan sebagai nilai dasar yang membentuk budaya kerja, hubungan kemitraan, dan pola interaksi dengan pelanggan maupun mitra usaha. Seluruh kebijakan operasional diarahkan agar sejalan dengan prinsip etika, profesionalisme, dan tanggung jawab jangka panjang terhadap pemegang saham serta masyarakat.

Penerapan kode etik, sistem pengendalian internal, kebijakan anti-korupsi dan anti-gratifikasi, serta mekanisme Whistleblowing System (WBS) terus diperkuat sebagai pilar utama tata kelola. WBS dipertahankan sebagai sarana pelaporan yang aman dan rahasia, sehingga memungkinkan pegawai dan pemangku kepentingan eksternal untuk menyampaikan dugaan pelanggaran tanpa rasa takut. Melalui sistem ini, Perseroan membangun lingkungan yang mendorong keterbukaan, pencegahan penyimpangan, dan penegakan etika secara konsisten.

Sejalan dengan meningkatnya kompleksitas bisnis dan penerapan ESG, tata kelola Perseroan pada 2025 juga diarahkan untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kerangka pengelolaan risiko. ESG tidak diposisikan terpisah dari tata kelola, melainkan menjadi bagian dari pertimbangan strategis dalam investasi, pengembangan produk, serta evaluasi risiko operasional dan reputasi. Dengan pendekatan ini, Direksi memastikan bahwa keputusan bisnis tidak hanya dinilai dari aspek finansial, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola jangka panjang.

Untuk memastikan penguatan ESG tidak berhenti pada komitmen normatif, Perseroan menggunakan asesmen diagnostik berbasis kerangka S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) guna memetakan posisi, mengidentifikasi kesenjangan pengungkapan, dan menetapkan prioritas penguatan kebijakan dan program. Hasil asesmen tersebut mengarahkan fokus perbaikan pada penguatan struktur pengawasan keberlanjutan di bawah Dewan Komisaris, penguatan keterkaitan target material dengan mekanisme kinerja eksekutif, peningkatan konsistensi verifikasi pihak ketiga untuk metrik kunci dan rantai pasok, serta penajaman peta jalan iklim–energi–air–limbah agar target operasional dapat diukur dan diaudit secara lebih disiplin pada 2026.

Dalam aspek manajemen risiko, Perseroan melanjutkan penerapan Sistem Manajemen Risiko yang terintegrasi di seluruh unit kerja. Identifikasi, pengukuran, dan mitigasi risiko dilakukan secara sistematis untuk memastikan setiap proyek dan aktivitas operasional selaras dengan risk appetite Perseroan. Pendekatan kehati-hatian ini mendukung kebijakan seleksi proyek yang lebih disiplin, sehingga hanya proyek dengan kualitas finansial dan risiko yang terkendali yang dapat dijalankan.

Tata kelola juga diperkuat melalui pengembangan sistem dan infrastruktur teknologi informasi. Pada 2025, Direksi menempatkan penguatan roadmap IT sebagai enabler utama tata kelola berbasis data. Pengembangan dashboard manajemen, sistem pelaporan terintegrasi, serta penguatan kualitas data diarahkan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif, terukur, dan dapat diaudit. Teknologi tidak hanya berfungsi meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadi alat kontrol yang memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses bisnis.

Dalam kaitannya dengan kebijakan remunerasi dan evaluasi kinerja, Perseroan terus mengembangkan pendekatan yang menyeimbangkan aspek finansial dan non-finansial. Kinerja Direksi dievaluasi tidak hanya berdasarkan capaian keuangan, tetapi juga kontribusi terhadap penguatan tata kelola, keberlanjutan, efisiensi operasional, serta pengembangan organisasi. Meskipun sistem pengukuran kuantitatif keterkaitan langsung antara remunerasi variabel dan kinerja jangka panjang masih dalam tahap pengembangan, Perseroan berkomitmen untuk terus menyempurnakan mekanisme tersebut sebagai bagian dari peningkatan kualitas tata kelola.

Secara keseluruhan, penerapan tata kelola perusahaan pada 2025 mencerminkan proses pendewasaan WIKA Beton sebagai entitas bisnis yang semakin menekankan kualitas keputusan, disiplin risiko, dan integritas operasional. Dengan menjadikan tata kelola sebagai pilar strategis, Perseroan membangun fondasi yang kuat untuk mendukung transformasi bisnis, integrasi keberlanjutan, serta pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.

PERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DIREKSI DAN ALASAN PERUBAHANNYA

Pada tahun 2025, komposisi anggota Direksi tidak mengalami perubahan, sehingga susunan anggota Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

  • Kuntjara - Direktur Utama

  • Syailendra Ogan - Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko

  • Agus Pramono - Direktur Operasi dan Supply Chain Management

  • Rija Judaswara - Direktur Pemasaran dan Pengembangan

  • Verly Widiantoro - Direktur Teknik dan Produksi

APRESIASI DAN PENUTUP

Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemegang saham, Dewan Komisaris, Insan WIKA Beton, mitra usaha, serta seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan, dukungan, dan kolaborasi yang berkesinambungan sepanjang tahun 2025. Di tengah dinamika industri yang menuntut kehati-hatian dan disiplin tinggi, kontribusi seluruh pihak menjadi faktor penentu dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan Perseroan.

Penghargaan khusus kami sampaikan kepada seluruh karyawan yang telah menunjukkan komitmen, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Dedikasi Insan WIKA Beton dalam memperkuat kualitas eksekusi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga nilai-nilai tata kelola yang baik menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan dan membangun kepercayaan pasar.

Capaian yang diraih sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi yang solid antara kepemimpinan yang bertanggung jawab, manajemen risiko yang disiplin, serta implementasi strategi yang konsisten. Direksi meyakini bahwa fondasi yang telah dibangun melalui konsolidasi kualitas bisnis dan penguatan tata kelola akan menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Dengan optimisme dan komitmen yang kuat, Direksi menegaskan kesiapan Perseroan untuk melangkah ke tahap berikutnya, menciptakan nilai tambah yang berkesinambungan, serta memperkokoh posisi PT Wijaya Karya Beton Tbk sebagai penyedia solusi beton yang andal dan berdaya saing.

Perubahan Komposisi
Sebelum
  • Kuntjara Direktur Utama
  • Syailendra Ogan Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko
  • Agus Pramono Direktur Operasi dan Supply Chain Management
  • Rija Judaswara Direktur Pemasaran dan Pengembangan
  • Verly Widiantoro Direktur Teknik dan Produksi
Sesudah
  • Kuntjara Direktur Utama
  • Syailendra Ogan Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko
  • Agus Pramono Direktur Operasi dan Supply Chain Management
  • Rija Judaswara Direktur Pemasaran dan Pengembangan
  • Verly Widiantoro Direktur Teknik dan Produksi
Atas Nama Dewan Direksi,
Kuntjara Direktur Utama Dewan Direksi · 2025